Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label 06-Parenting

Memotong Hewan Aqiqah

Secara bahasa Aqiqah berasal dari Al-Aqqu yang berarti memotong. Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah nya memberikan definisi sebagai berikut: العقيقة هي الذبيحة التي تذبح عن المولود (aqiqah adalah hewan sembelihan yang disembelih berkaitan dengan kelahiran). Aqiqah dalam berarti hewan sembelihan (domba) bagi anak yang baru lahir, sebagai ekspresi syukur orang tua kepada Allah swt. Hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkadah. Sunnah muakkadah berarti sunnah yang sangat dianjurkan setelah perkara-perkara wajib. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi SAW : كل مولود رهينة بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى "Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya), digunduli, dan diberi nama". (HR Ashhabu Assunan, dari Samrah). Kemudian diriwayatkan dari Salman ibn ‘Amir, Rasulullah saw bersabda: مع الغلام عقيقته ، فأهريقوا علهى دما ، وأميطوا عنه الاذى “bersama anak ada aqiqahnya, maka tumpahkanlah darah (sembelihkan hewan aqiqah) baginya, dan...

Melatih Kecerdasan Finansial

Pernahkah menemukan orang yang mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat, dan habis dalam waktu singkat juga? Atau pernahkah kita menemukan orang yang menabung bertahun-tahun, namun hasilnya habis dalam hitungan jam saja? Hal-hal demikian merupakan ciri orang-orang yang tidak memiliki kecerdasan finansial. Yaitu orang-orang yang tidak mempu mengelola keuangannya. Sehingga uang tidak bertahan lama dalam genggamannya. Tulisan ini, saya buat untuk sharing pengalaman kami di rumah membelajarkan anak kami yang pertama tentang pengelolaan keuangan pribadi.

Sahur Pertama Shofi

1 Ramadhan 1432 H ini genap 4 tahun usia (hijriah) Shofi (anak pertama kami). Sebagai orang tua saya sangat berharap anak pertama tidak gagal mendidik. Dengan demikian dia (insya Allah) tumbuh menjadi sosok yang matang secara emosional, sehat secara fisik, dan memiliki keperibadian yang baik. Saya berharap di kala Shofi mulai masuk sekolahh SD, dia sudah mampu malaksanakan shaum secara sempurna, sebagaimana ayah-bundanya dulu dididik orang tua masing-masing. Dengan harapan itu, saya berfikir di tahun ke-4 nya saya akan mulai perkenalkan ibadah shaum ini secara perlahan. Rencananya saya akan ajak dia "makan sahur" saja. Setelah sahur saya ajak dia menjaga shaumnya, paling tidak dia tidak makan di depan orang lain. Syukur-syukur kalau bisa nahan untuk tidak jajan (minimal) sampai dhuhur. Satu hari sebelum ramadhan saya ajak dia nonton lagi video Upin-Ipin episode Puasa. saya ingatkan dia bahwa "Esok Puasa" (dengan dialek Malaysia). Saya buat komitmen juga dengan Shof...