Langsung ke konten utama

Keutamaan Bulan Dzulqa’dah dan Amal yang Harus Dilakukan



Sudah sebulan berlalu, kita meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh kenangan indah dengan banyak ketaatan, kemudian memasuki bulan Dzulqa'dah, bulan yang menjadi pembuka rangkaian tiga bulan haram (bulan suci) yang diagungkan dalam Islam. Bahkan bulan haram ini dimuliakan oleh bangsa Arab sebelum mereka mendapat dakwah Islam. Dikatakan bahwa bangsa Arab bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam kepada orang yang membunuh ayahnya di bulan Haram. 

Rangkaian ketiga bulan suci itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Ketiganya laksana rangkaian bulan pendidikan bagi kaum muslimin. Jika Ramadhan bagaikan pesantren kilat sebulan yang penuh dengan amalan dan pelajaran berharga, maka tiga bulan haram ke depan ibarat madrasah intensif untuk menguatkan kembali atau “murajaah” ketaatan yang pernah diraih selama Ramadhan.

Dzulqa’dah adalah bulan suci

Allah berkuasa menciptakan masa dan berkuasa pula memberikan kelebihan pada waktu-waktu tertentu. Sebagaimana Allah berkuasa menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang diberkahi, maka demikian pula Allah berkuasa menjadikan empat bulan menjadi bulan suci. Allah berfirman secara khusus berkaitan dengan bulan haram ini dalam QS at-Taubah: 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Terjemah Kemenag 2019: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfudz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa”

Rasulullah ﷺ menjelaskan empat bulan haram itu apa saja. Beliau bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُوالْقَعْدَةِ وَذُوالْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya'ban”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengapa disebut bulan suci atau bulan haram? Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan tentang hal ini dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif:

واختلفوا لم سميت هذه الأشهر الأربعة حرما. فقيل: لعظم حرمتها وحرمة الذنب فيها. قال علي بن أبي طلحة عن ابن عباس: اختص الله أربعة أشهر فجعلهن حرما وعظم حرماتهن وجعل الذنب فيهن أعظم وجعل العمل الصالح والأجر أعظم

“Para Ulama berselisih pendapat tentang alasan mengapa keempat bulan ini disebut sebagai bulan haram. Ada yang berpendapat: ‘disebabkan karena besarnya kemuliaan bulan- bulan itu dan besarnya dosa-dosa yang dilakukan padanya.’ Berkata Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu ‘Abbas: ‘Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan haram dan Allah mengagungkan kemuliaannya. Dan Allah menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan di dalamnya lebih besar. (Sebagaimana) Allah pun menjadikan amalan saleh dan ganjaran yang didapatkan di dalamnya lebih besar pula.’” 

Kemudian al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah juga menjelaskan pendapat ulama yang lain yang mengaitkan pengharaman bulan-bulan ini dengan haji dan umrah:

وقيل: إن سبب تحريم هذه الأشهر الأربعة بين العرب لأجل التمكن من الحج والعمرة. فحرم شهر ذي الحجة لوقوع الحج فيه, وحرم معه شهر ذي القعدة للسير فيه إلى الحج, وشهر المحرم للرجوع فيه من الحج حتى يأمن الحاج على نفسه من حين يخرج من بيته إلى أن يرجع إليه. وحرم شهر رجب للإعتمار فيه في وسط السنة فيعتمر فيه من كان قريبا من مكة

“Ada yang mengatakan : sebab ditetapkannya keempat bulan ini sebagai bulan haram di tengah-tengah bangsa Arab adalah agar (mereka) mampu menunaikan ibadah haji dan umroh. Sehingga:

  • Ditetapkannya bulan Dzulhijjah sebagai bulan haram, karena pada bulan itu dilaksanakan ibadah haji.

  • Dan ditetapkannya bersamaan dengannya bulan Dzulqa’dah sebagai bulan haram, karena untuk melakukan perjalanan haji di dalamnya.

  • Sedangkan bulan Muharram adalah untuk melakukan perjalanan pulang dari ibadah haji, sehingga orang yang menunaikan haji merasa dirinya aman, semenjak ia keluar dari rumahnya sampai ia kembali lagi pulang ke rumahnya.

  • Adapun bulan Rajab sebagai bulan haram, karena untuk melakukan ibadah umroh di pertengahan tahun, sehingga orang yang dekat tinggalnya dari kota Mekah dapat melakukan ibadah umroh di dalamnya.

Syekh Abdurrahman As-Sa’di (rahimahullah), seolah menyimpulkan apa yang dikatakan al-Hafizh Ibnu Rajab di atas, ketika beliau menafsirkan QS At-Taubah: 36, Beliau mengatakan:

وهي‏:‏ رجب الفرد، وذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، وسميت حرما لزيادة حرمتها، وتحريم القتال فيها‏

“Yaitu bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Dinamakan bulan Haram karena keharamannya bertambah, diharamkan membunuh pada bulan tersebut.” (Tafsir as-Sa’di)

Amalan Utama di Bulan Dzulqa’dah

Amal utama di bulan ini berdasarkan QS at-Taubah: 36 di atas adalah “meninggalkan perbuatan zalim”. Para ulama banyak yang menggaris bawahi kalimat فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ (janganlah kalian menzalimi diri kalian di bulan tersebut) pada ayat di atas. Apakah berarti selain di bulan haram boleh menzalimi diri dan orang lain? al-Imam Ibnu Katsir, ketika menafsirkan kalimat ini, Beliau mengatakan:

وقال تعالى: (فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ) أي: في هذه الأشهر المحرمة ؛ لأنه آكد وأبلغ في الإثم من غيرها ، كما أن المعاصي في البلد الحرام تضاعف

“Ketika Allah berfirman: ‘Janganlah kalian menzalimi diri kalian di bulan itu’, maksudnya adalah di seluruh bulan haram. Karena dosanya lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya. Sebagaimana maksiat di tanah haram (dosanya) dilipatgandakan.”

Beliau juga mendatangkan kalimat Ibnu Abbas, sahabat Nabi yang dikenal sebagai penerjemah al-Quran:

(فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ) في كلهن ، ثم اختص من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حراما, وعظم حرماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم ، والعمل الصالح والأجر أعظم

(Janganlah kalian menzalimi diri pada bulan itu), di seluruh bulan. Kemudian Allah mengkhususkan empat bulan darinya dan menjadikannya sebagai bulan haram (suci), dan menjadikan kesuciannya lebih besar, dan menjadikan dosa di bulan tersebut lebih besar, dan amal shaleh diberikan pahala lebih besar (pula).”

Dari penjelasan Imam Ibnu Katsir di atas bisa kita pahami, bahwa Allah secara khusus melarang hamba-hambaNya berbuat zalim pada bulan haram karena Allah melipatgandakan balasan amal hamba-Nya, baik pahala maupun dosa. Oleh karena itu, maka amalan paling utama pada bulan haram ini adalah: 

  1. Menjauhi maksiat; 

  2. Memperbanyak ibadah.

Kedua amal di atas sejatinya sudah dilakukan di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, bulan rangkaian tiga bulan haram ini bisa dikatakan bulan untuk murajaah kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan di bulan Ramadhan.

Kezaliman yang paling besar adalah syirik. Maka bulan ini adalah momen berharga untuk kaum muslimin mempelajari kembali atau membuka kembali pelajaran tauhidnya. Agar dengannya ia terhindar dari kezaliman yang sangat besar, yaitu Syirik. Diantara wasiat Luqman yang bijaksana kepada anaknya adalah peringatan terhadap syirik.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". 

(QS. Luqman: 13.)

Diantara amal saleh yang sebaiknya dilakukan adalah amal-amal saleh yang bisa dilakukan secara dawam, sekalipun terlihat kecil atau sederhana. Rasulullah ﷺ bersabda:

إن أحب الأعمال عند الله أدومها وإن قل

Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus, walaupun sedikit (Muttafaq ‘Alaih, dari Aisyah)

Diantara amal saleh sederhana yang bisa dijaga: 

  1. Shalat berjamaah di masjid, 

  2. Dzikir pagi-sore, 

  3. Tilawah al-Quran walau hanya satu atau dua halaman setiap selesai shalat, 

  4. shaum sunnah 1 hari setiap bulan, dan sebagainya. 

Amal saleh apa yang paling baik dilakukan?

Lakukan saja amal saleh sesuai yang kita sukai, yang jiwa dan hati kita ringan mengerjakannya. Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu memilih tilawah al-Quran sebagai amal salehnya yang ia jaga selama hidupnya sampai wafat, dan beliau tidak memilih puasa, karena puasa bagi Ibnu Mas’ud terasa memberatkan. Maka orang yang senang melaksanakan shalat, jadikan shalat sunnat sebagai amal saleh dijaga terus menerus. Yang senang puasa, shadaqah, belajar ilmu agama, tilawah al-Quran, membantu sesama, dan sebagainya, pilihlah satu saja amal saleh yang disukai dan hati kita senang melaksanakannya. Karena amal seperti itu akan lebih mudah kita pertahankan keistiqomahannya. Allah memberikan kabar gembira berupa surga bagi mereka yang bisa bisa istiqomah dalam kebaikan:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”


Hadanallahu waiyyakum

Ciparay, 3 Dzulqa’dah 1445 H

@adenihermawan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membersihkan Kaki Sapi

Iedul Qurban 1431 H ini saya mendapatkan 1 kaki sapi. Sudah kebayang, dengan kaki sapi ini saya mau membuat mie kocok atau sup kaki sapi, makanan yang saya sukai. Tiba di rumah, masalah muncul, gimana caranya ngebersihin kaki sapi? Sempat nanya ke tetangga (Umi Imas), dan jawabannya sungguh gampang, katanya: "masukin aja ke air panas, trus gosok sampai bulunya lepas. Kalo dah lengket masukin ke air panas lagi, gosok lagi." Tidak yakin dengan tips tersebut, saya coba searching dan dapat tips yang lebih lengkap, dari http://oilin.multiply.com. Ini dia tipsnya: Siapkan wadah/panci untuk merebus kaki sapi. Isi dengan air hingga setengahnya. Larutkan satu sendok makan kapur sirih, lalu didihkan. Setelah mendidih, masukkan/celupkan kaki sapi yang mau dibersihkan ke dalam air itu kira-kira satu menit, kemudian angkat. Kemudian keriklah bulu-bulu tesebut menggunakan pisau. Lepaskan kuku pada kaki sapi dengan mencongkelnya, bisa menggunakan tangan, atau obeng. Bulu-bulu ...

Makna Imanan & Ihtisaban

Dari Abu Hurairah a Nabi Muhammad ﷺ bersadba:  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  “Barang siapa puasa di bulan ramadhan dengan keimanan dan ihtisab, maka dosa-dosanya pasti diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)  Apa makna dengan keimanan dan ihtisab? Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan dalam bukunya "Majalis Syahri Ramadhan." Imanan yaitu dilandasi keimanan kepada Allah dan ridha/rela terhadap kewajiban puasa atas dirinya. Ihtisaban Yaitu berharap ganjaran dan pahala dari Allah semata. Tidak membenci kewajiban puasa, dan tidak ragu terhadap ganjaran dan pahalanya.  Dr Ali bin Yahya Al-Haddadiy, memberikan komentar terhadap hadits ini di halaman webnya https://www.haddady.com :  Tidak bermanfaat amal shaleh seseorang, kecuali ketika dilandasi iman kepada Allah ﷻ , dan mencari balasan dari-Nya, subhanahu wata’ala. Adapun orang yang melaksanakannya tanpa iman, sebagaimana orang-orang munafiq, atau orang ya...

Catatan Kasus Vina Cirebon Dari Sudut Pandang Pendidikan Keluarga Muslim

Di awal munculnya kasus Vina Cirebon, saya tidak begitu tertarik untuk mengikuti beritanya. Rasanya berita pembunuhan itu hanya menambah galau dan membebani pikiran saja, saking seringnya muncul dan saya tidak bisa berbuat apapun untuk mencegahnya. Terlebih sebagai seorang pendidik, berita seperti itu menambah sedih betapa tidak berdampaknya pendidikan nasional, yang saya saat ini masuk sebagai pelakunya. Sampai akhirnya beberapa santri mengajak diskusi tentang film Vina, khususnya tentang tema kerasukan arwah orang yang sudah meninggal, barulah setelah itu saya mau membaca kronologis kasusnya dari sebuah laman berita 1) karena untuk diskusi tersebut saya harus memiliki pengetahuan walau secara umum. Dari sana terpikir untuk menulis catatan berkaitan dengan kasus ini dari sudut pandang sebagai pendidik dan sebagai orang tua. Maka pada artikel singkat ini saya hanya menyoroti aspek tanggung  jawab orang tua dalam mendidik anaknya. Pertama: Tanggung Pendidikan Anak Dalam Syariat Isl...