Langsung ke konten utama

Forgiven not Forgetten

Tiba-tiba saya teringat sebuah judul lagu dari The Corrs yang sempat tenar di taun 90-an, Forgiven Not Forgotten, setelah membaca berita dari kompas.com terkait pramugari yang menuntut jalur hukum terhadap pejabat yang memukulnya. Pasalnya kejadian ini berawal dari peneguran yang dilakukan pramugari Sriwijaya Air, Febriani, terhadap Zakaria Umar Hadi yang masih menggunakan handphone ketika sudah masuk lambung pesawat. Zakaria yang diketahui seorang Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah Pemprov Bangka Belitung sudah diperingatkan oleh beberapa pramugari sebelum Febriani. Namun ketika Febriani mencoba menegurnya kembali, Zaakaria menimpalinya dengan kata-kata yang tidak sopan sambil marah-marah. Rupanya kemarahannya ini disimpan, sampai ia mendarat di Pangkal Pinang. Saat mendarat di Pangkal Pinang inilah Zakaria memukul sang pramugari dengan gulungan koran. Pramugari sempat berlari menjauhi Zakaria setelah pemukulan pertama, namun sayangnya Zakaria melanjutkan kekesalannya dengan mengejar, mendorong, dan memukul kembali area belakang telinga Febriani sang pramugari dari belakang. Kira-kira seperti itulah kronologis yang saya tangkap dari pemberitaan kompas.com (sumbernya).

Pertanyaan berikutnya kenapa saya tiba-tiba ingat dengan judul lagunya The Corrs, Forgiven not Forgotten? Jawabannya adalah gara-gara saya membaca berita tentang permintaan maaf Zakaria yang tetap ditanggapi keluarga korban dengan jalur hukum.

Saya memandang bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara memaafkan dengan membebaskan pelaku dari jeratan hukum. Dalam hal ini saya tidak sependapat dengan pernyataan Ellisa (Adik Zakaria) yang mengatakan :"Sebelumnya, kita sudah upayakan damai dengan meminta maaf. Pihak Sriwijaya-nya sudah memberi maaf, tapi sepertinya pelapor tidak dan mau terus menempuh jalur hukum. Jadi, kita ikuti prosedur saja," Secara pribadi saya mendukung langkah yang ditempuh keluarga Febry dengan mangangkat masalah ini ke jalur hukum. Sekalipun maaf sudah diberikan, tidak berarti urusan hukum dikesampingkan. Karena memaafkan adalah urusan pribadi antara Febriani dengan Zakaria. Namun ketika kasus ini tidak dibawa ke jalur hukum, saya khawatir akan ada Febry-Febry lain yang menjadi korban ketidakberadaban penumpang yang sok berkuasa. Dengan membawa kasus ini ke jalur hukum, Febry dan keluarganya secara tidak langsung sudah memutus rantai korban kesewenang-wenangan penumpang yang merasa harus dilayani sebagai raja, karena merasa sudah membayar tiket penerbangan.

Penahanan yang dilakukan Polres Pangkal Pinang terhadap Zakaria, akan memberikan pelajaran kepada penumpang-penumpang berikutnya. Orang-orang yang mengikkuti kasus ini akan berfikir ulang ketika terbersit pemikiran memukul pramugari (atau profesi lainnya). Sebaliknya, andaikan saja Febry dan keluarga membiarkan Zakaria bebas dari tuntutan hukum karena sudah dimaafkan, maka orang-orang yang mengikuti kasus ini akan kepikiran siap memukul pramugari ketika mereka merasa tidak dihormati sebagai penumpang. Toh bisa diberesin dengan jalur kekeluargaan, koq.

So, Forgiven itu tidak ada sama dengan Forgotten. Memaafkan tidak berarti membebaskan dari jeratan hukum. #dukungFEBRY

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membersihkan Kaki Sapi

Iedul Qurban 1431 H ini saya mendapatkan 1 kaki sapi. Sudah kebayang, dengan kaki sapi ini saya mau membuat mie kocok atau sup kaki sapi, makanan yang saya sukai. Tiba di rumah, masalah muncul, gimana caranya ngebersihin kaki sapi? Sempat nanya ke tetangga (Umi Imas), dan jawabannya sungguh gampang, katanya: "masukin aja ke air panas, trus gosok sampai bulunya lepas. Kalo dah lengket masukin ke air panas lagi, gosok lagi." Tidak yakin dengan tips tersebut, saya coba searching dan dapat tips yang lebih lengkap, dari http://oilin.multiply.com. Ini dia tipsnya: Siapkan wadah/panci untuk merebus kaki sapi. Isi dengan air hingga setengahnya. Larutkan satu sendok makan kapur sirih, lalu didihkan. Setelah mendidih, masukkan/celupkan kaki sapi yang mau dibersihkan ke dalam air itu kira-kira satu menit, kemudian angkat. Kemudian keriklah bulu-bulu tesebut menggunakan pisau. Lepaskan kuku pada kaki sapi dengan mencongkelnya, bisa menggunakan tangan, atau obeng. Bulu-bulu ...

Makna Imanan & Ihtisaban

Dari Abu Hurairah a Nabi Muhammad ﷺ bersadba:  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  “Barang siapa puasa di bulan ramadhan dengan keimanan dan ihtisab, maka dosa-dosanya pasti diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)  Apa makna dengan keimanan dan ihtisab? Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan dalam bukunya "Majalis Syahri Ramadhan." Imanan yaitu dilandasi keimanan kepada Allah dan ridha/rela terhadap kewajiban puasa atas dirinya. Ihtisaban Yaitu berharap ganjaran dan pahala dari Allah semata. Tidak membenci kewajiban puasa, dan tidak ragu terhadap ganjaran dan pahalanya.  Dr Ali bin Yahya Al-Haddadiy, memberikan komentar terhadap hadits ini di halaman webnya https://www.haddady.com :  Tidak bermanfaat amal shaleh seseorang, kecuali ketika dilandasi iman kepada Allah ﷻ , dan mencari balasan dari-Nya, subhanahu wata’ala. Adapun orang yang melaksanakannya tanpa iman, sebagaimana orang-orang munafiq, atau orang ya...

Catatan Kasus Vina Cirebon Dari Sudut Pandang Pendidikan Keluarga Muslim

Di awal munculnya kasus Vina Cirebon, saya tidak begitu tertarik untuk mengikuti beritanya. Rasanya berita pembunuhan itu hanya menambah galau dan membebani pikiran saja, saking seringnya muncul dan saya tidak bisa berbuat apapun untuk mencegahnya. Terlebih sebagai seorang pendidik, berita seperti itu menambah sedih betapa tidak berdampaknya pendidikan nasional, yang saya saat ini masuk sebagai pelakunya. Sampai akhirnya beberapa santri mengajak diskusi tentang film Vina, khususnya tentang tema kerasukan arwah orang yang sudah meninggal, barulah setelah itu saya mau membaca kronologis kasusnya dari sebuah laman berita 1) karena untuk diskusi tersebut saya harus memiliki pengetahuan walau secara umum. Dari sana terpikir untuk menulis catatan berkaitan dengan kasus ini dari sudut pandang sebagai pendidik dan sebagai orang tua. Maka pada artikel singkat ini saya hanya menyoroti aspek tanggung  jawab orang tua dalam mendidik anaknya. Pertama: Tanggung Pendidikan Anak Dalam Syariat Isl...