Langsung ke konten utama

Justin Bieber or Just in Islam Forever

Saya berharap mata orang-orang TERBELALAK membaca judul ini. Sekedar ingin menarik perhatian pembaca saja, sukur-sukur dia terus mbaca tulisan ini. Tapi serius sebenernya, bahwa (nama) Justin Bieber masuk dalam lirik Nasyid, bukan JB banting setir pindah ke nasyid.

Nasyid ini KERRRRENNN sekali, menurut saya. Nasyid berjudul "Justin Bieber or Just In Islam Forever" ini dihadirkan dengan warna dan beat lain dari nasyid-nasyid umumnya. Dilantunkan oleh para remaja yang tergabung dalam D'Masjid, Spazi, dan SDIT Beatbox. Liriknya berbicara tentang keprihatinan para pelantunnya terhadap generasi seusianya. Mereka merasa prihatin dengan gaya hidup remaja yang sangat mengutamakan penampilan fisik ketimbang penampilan otak dan hati. Keprihatinan terhadap remaja yang buta dengan idolanya, tidak peduli benar-salah, yang penting bisa bergaya seperti idolanya.

Simak liriknya dan lagunya berikut ini: (Download nasyidnya DISINI)


Saat ku berjalan susuri pelataran kota
kulihat fenomena yang katanya mendunia
anak muda bergaya keren luar biasa
mengikuti  sang idola pujaan hatinya

Rambutnya dibuat berponi dan bisa dilempar
baju yang dipakainyapun terlihat agak longgar/
mungkin baju bapaknya atau baju tetangga
tapi mereka tak peduli, yang penting gaya!

Pakai topi yang dipasang miring dan agak lebar
sehingga kepalanyapun jadi terlihat besar
cocok juga rasanya, jika ku pinta mreka
nyanyikan lagu masa kecil “topi saya bundar”
Ada geli di dada/ saat ku lihat mreka
tenggelam dalam pesona kemilaunya dunia
ingin aku berkata/ dengan lantang padanya
dan ucapkan semua yang menurutku bermakna

Chorus:
I don’t wannabe Justin bieber
Cause i wannabe just in Islam forever
Cause i’m sure that you’re already knew
Islam is the way that will always be true

I don’t wannabe Justin bieber
Cause I wannabe just in Islam forever
Cause i’m sure that you’re already knew
Islam is the way that will always be true

Haduh haduh haduh aku jadi ingin bertanya
mereka ini kelak kan jadi seperti apa
aku tahu satu jawaban yang tak terbantah
(yaaa. .. mereka nanti akan jadi dewasa dan jadi orang tua?)

Padahal jika mereka mau sejenak saja
melihat kedalam Al Quran dan juga assunah
ada satu idola sungguh luar biasa
yang bisa kita jadikan panutan hidup kita

O.. ouououo bukan justin bieber lah orangnya
Dialah Rasululloh yang sudah Alloh turunkan untuk kita semua agar bisa jadi pedoman
di dalam kehidupan dalam keseharian
Aku pun jadi makin yakin tuk mengatakan

Back to reff

SAMPAI KAPAN KITA TERBUAI DUNIA? (astaghfirullahal azhim)
AYO SEMUA KEMBALI KEPADA-NYA


Maaf buat fansnya JB ya
ini mah Cuma curhat ajah
Cause i just don’t wannabe justin bieber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membersihkan Kaki Sapi

Iedul Qurban 1431 H ini saya mendapatkan 1 kaki sapi. Sudah kebayang, dengan kaki sapi ini saya mau membuat mie kocok atau sup kaki sapi, makanan yang saya sukai. Tiba di rumah, masalah muncul, gimana caranya ngebersihin kaki sapi? Sempat nanya ke tetangga (Umi Imas), dan jawabannya sungguh gampang, katanya: "masukin aja ke air panas, trus gosok sampai bulunya lepas. Kalo dah lengket masukin ke air panas lagi, gosok lagi." Tidak yakin dengan tips tersebut, saya coba searching dan dapat tips yang lebih lengkap, dari http://oilin.multiply.com. Ini dia tipsnya: Siapkan wadah/panci untuk merebus kaki sapi. Isi dengan air hingga setengahnya. Larutkan satu sendok makan kapur sirih, lalu didihkan. Setelah mendidih, masukkan/celupkan kaki sapi yang mau dibersihkan ke dalam air itu kira-kira satu menit, kemudian angkat. Kemudian keriklah bulu-bulu tesebut menggunakan pisau. Lepaskan kuku pada kaki sapi dengan mencongkelnya, bisa menggunakan tangan, atau obeng. Bulu-bulu ...

Catatan Kasus Vina Cirebon Dari Sudut Pandang Pendidikan Keluarga Muslim

Di awal munculnya kasus Vina Cirebon, saya tidak begitu tertarik untuk mengikuti beritanya. Rasanya berita pembunuhan itu hanya menambah galau dan membebani pikiran saja, saking seringnya muncul dan saya tidak bisa berbuat apapun untuk mencegahnya. Terlebih sebagai seorang pendidik, berita seperti itu menambah sedih betapa tidak berdampaknya pendidikan nasional, yang saya saat ini masuk sebagai pelakunya. Sampai akhirnya beberapa santri mengajak diskusi tentang film Vina, khususnya tentang tema kerasukan arwah orang yang sudah meninggal, barulah setelah itu saya mau membaca kronologis kasusnya dari sebuah laman berita 1) karena untuk diskusi tersebut saya harus memiliki pengetahuan walau secara umum. Dari sana terpikir untuk menulis catatan berkaitan dengan kasus ini dari sudut pandang sebagai pendidik dan sebagai orang tua. Maka pada artikel singkat ini saya hanya menyoroti aspek tanggung  jawab orang tua dalam mendidik anaknya. Pertama: Tanggung Pendidikan Anak Dalam Syariat Isl...

Mendidik Seperti Merawat Pohon

  Fatimah adalah seorang anak perempuan kecil yang beradab, oleh karena itu ayah dan ibunya mencintainya. Ia juga perempuan cerdas, suka bertanya tentang segala sesuatu yang ia tidak mengerti. Pada suatu hari ia berjalan-jalan bersama ibunya di kebun, maka ia melihat pohon mawar yang sangat indah, akan tetapi pohon itu bengkok. Maka Fatimah bertanya: "Betapa indah pohon ini! Akan tetapi mengapa ia bengkok wahai ibu?" Sang ibu menjawab: "Karena Tukang Kebun tidak memperhatikan serta tidak meluruskannya semenjak dari kecilnya, maka jadilah ia bengkok." Fatimah berkata: "Lebih baik, kita meluruskannya saja sekarang." Maka ibunya tertawa dan berkata: "Tidak Mudah yang demikian itu wahai Anakku, karena ia sudah tumbuh besar, dan ranting-rantingnya pun sudah kuat.” Demikianlah seorang anak yang tidak beradab dari kecilnya, tidak mungkin ia beradab pada waktu ia telah besar. Kisah singkat di atas adalah penggalan dari kitab Al-Akhlaq Al-Banat jilid per...