Langsung ke konten utama

Membersihkan Kaki Sapi

Iedul Qurban 1431 H ini saya mendapatkan 1 kaki sapi. Sudah kebayang, dengan kaki sapi ini saya mau membuat mie kocok atau sup kaki sapi, makanan yang saya sukai.


Tiba di rumah, masalah muncul, gimana caranya ngebersihin kaki sapi? Sempat nanya ke tetangga (Umi Imas), dan jawabannya sungguh gampang, katanya: "masukin aja ke air panas, trus gosok sampai bulunya lepas. Kalo dah lengket masukin ke air panas lagi, gosok lagi."


Tidak yakin dengan tips tersebut, saya coba searching dan dapat tips yang lebih lengkap, dari http://oilin.multiply.com. Ini dia tipsnya:




  1. Siapkan wadah/panci untuk merebus kaki sapi.

  2. Isi dengan air hingga setengahnya.

  3. Larutkan satu sendok makan kapur sirih, lalu didihkan.

  4. Setelah mendidih, masukkan/celupkan kaki sapi yang mau dibersihkan ke dalam air itu kira-kira satu menit, kemudian angkat.

  5. Kemudian keriklah bulu-bulu tesebut menggunakan pisau.

  6. Lepaskan kuku pada kaki sapi dengan mencongkelnya, bisa menggunakan tangan, atau obeng.

  7. Bulu-bulu yang masih tertinggal dapat dihilangkan dengan memanaskan kaki sapi diatas api kecil, kemudian cuci dengan air hangat.

  8. Kemudian tirikan, maka kaki sapi siap diolah.

  9. Jika ingin disimpan, letakkan di dalam lemari pendingin ( jika ingin digunakan kembali, siram dengan air panas hingga mengembang)


Selamat mencoba.

Postingan populer dari blog ini

Matikan Apinya, Bukan Sibuk Dengan Asapnya

KPAI meminta Kepolisan mengusut pengunggah video kekerasan anak di Bukittinggi. Bahkan dalam postingan tersebut, Ketua KPAI (Asrorun Niam Sholeh) menyebut-nyebut tentang sanksi yang akan dijatuhkan kepada pengunggah atau pengedar video kekerasan tersebut. Bahkan ujung-ujungnya, saya pikir, bisa jadi pengunggah video kekerasan ini akan dipidanakan, karena sudah melanggar UUITE dalam pasal penyebaran konten kekerasan.

Secara pribadi saya tidak setuju dengan statement KPAI yang meminta pengusutan terhadap pengunggah video. Mengapa? Karena ini menunjukan KPAI seolah tidak berpihak pada pemberantasan kekerasan di kalangan anak. Jika video tersebut tidak diunggah, oleh Paman korban menurut cerita-cerita di socmed, apakah rakyat Indonesia akan mengetahui telah terjadi tindak kekerasan yang sedemikian berat di Bukittinggi? Bahkan gurunya saja yang hadir di kelas tersebut mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut? (baca Tempo) Kalau guru yang di kelas aja tidak mengetahui kejadian itu, terlepa…

Hati Kita Bukan Tong Sampah